Mari Bertumbuh di Tengah Pandemi Bersama ASUS VivoBook 14 A416

by | Jan 20, 2021

asus

Siapa diantara kamu yang merasa panik, takut, dan resah begitu ada dua orang di Indonesia yang pertama kali terinfeksi virus corona? Jika jawabanmu “ya”, tenanglah kamu tak sendiri.

Saya termasuk orang yang mengalami hal yang sama begitu ada konfirmasi tersebut. Dan ternyata berdasarkan informasi di berbagai media massa, banyak orang juga mengalaminya. Di artikel ini saya akan berbagi bagaimana saya melewatinya.

Rasa Takut Itu Normal

Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil, pernah berkata ada tiga tahapan atau tiga zona yang dialami orang dalam menyikapi pandemi Covid-19. Yang pertama zona ketakutan, kedua ada zona belajar, dan terakhir ada zona bertumbuh.

 

ridwan kamil

Zona ketakutan adalah sebuah tahapan dimana kamu mengalami ketakutan saat mendengar informasi soal virus corona. Pada tahapan ini selain takut, kamu juga kerap menyalahkan orang lain, mudah marah, melakukan aksi borong, sering mengeluh, dan lainnya.

Selanjutnya tahapan atau zona belajar merupakan sebuah fase dimana kamu mempelajari apa yang sedang terjadi, seperti apa itu virus corona, penyebabnya, dan langkah pencegahannya. Pada fase ini kamu betul-betul belajar bagaimana menyikapi pandemi.

Zona terakhir yang disebut zona bertumbuh merupakan sebuah fase empati, dimana kamu bakal lebih mengapresiasi segala hal yang terjadi di sekitar kamu saat pandemi ini. Kamu akan lebih tergerak hatinya untuk membantu, dan menjadi pribadi yang optimis.

Setiap orang bakal mengalami satu dari ketiga zona tersebut. Ada yang langsung lompat ke zona bertumbuh, namun yang disayangkan ada juga yang masih berkutat di zona ketakutan saja sampai pandemi sudah nyaris setahun ini.

Bagaimana saya melepaskan diri dari belenggu ketakutan terhadap Covid-19?

James Pennebaker tahun 2004 pernah menulis buku yang berjudul Writing to Heal: A Guided Journal for Recovering from Trauma & Emotional Upheaval. Sebuah buku yang cukup fenomenal sebab mengangkat bagaimana menulis bisa meringankan beban trauma dan emosi yang gelisah.

Apakah betul hipotesis yang diungkapkan Pennebaker itu? Apakah ada hubungan antara menulis dengan menyembuhkan? Saya tidak tahu. Tapi saya menyadari sejak pandemi datang dan gejala psikosomatik menyerang, saya berhenti ngeblog dalam beberapa pekan.

 

Jika ditarik kesimpulan, maka saya mengalami ketakutan terhadap pandemi karena saya tidak menulis lagi. Padahal kalau tetap menulis, mungkin saya tidak mengalami ketakutan itu. Oleh karenanya saya memaksakan diri untuk mulai menulis lagi, ngeblog lagi.

Setiap orang punya jalan keluarnya masing-masing untuk melepaskan diri dari zona ketakutan. Nah, waktu itu saya memilih untuk mengaktivasi blog, bahkan membuatnya memiliki ‘teman’. Selain mencoba membuktikan ujaran Pennebaker, ya mungkin hanya itu yang bisa dilakukan. Sebab rekreasi ke tempat wisata juga tak boleh ‘kan?

Saatnya Belajar

Saat pandemi, banyak orang yang ternyata sudah melompat ke tahapan bertumbuh saat saya masih terjebak pada zona ketakutan. Saat saya berupaya keluar dari zona itu, orang-orang itulah yang secara tidak langsung menolong saya dengan beragam cara.

 

Misalnya ada webinar ‘tips menjadi juara lomba blog’ dari Uda Fadli Hafidzulhaq. Beliau pegiat FLP Padang, pemilik gelar doktor dari Universitas Andalas, dan pengelola blog udafadli.web.id. Lain hari ada Sist Rini Novitasari, akuntan jempolan andalan sebuah perusahaan di Surabaya yang memiliki blog celotehdinihari.com. Ia menyajikan webinar ‘tips untuk meningkatkan pageview blog’.

Banyak perusahaan yang berhubungan dengan blogger juga memberikan coaching singkat soal tips untuk bertumbuh bersama blognya masing-masing. Mulai dari SEO, audit speed, hingga soal security. Seingat saya, ASUS juga menyelenggarakan webinar tentang keamanan, kreativitas, dan bertumbuh di dunia digital marketing awal Desember kemarin.

  • Giving to others 95% 95%
  • Blame the government 5% 5%

Orang-orang itu terus berbagi. Mereka bisa bertumbuh lebih cepat, sehingga tak ada waktu untuk hal-hal negatif.

Rasanya ada banyak sekali orang yang lewat dunia digital membagikan apa yang mereka punya. Sehingga semua orang bisa tumbuh bersama-sama, melewati pandemi ini dengan riang gembira dan hasil yang membahagiakan. Ya, mereka sudah ada pada zona bertumbuh begitu cepat. Saya banyak belajar.

Sebuah ‘ujian’ konsistensi ngeblog pun datang ketika pemerintah yang mengupah saya, mencoret work from home di kalender kerja kami. Dampak pandemi yang dirasakan oleh masyarakat menuntut saya untuk turun ke lapangan, bersama-sama membagikan bantuan sosial agar tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan tentu saja sesuai dengan protokol kesehatan.

Saya yang terbiasa ngeblog lewat komputer desktop mesti membiasakan diri tetap melakukan drafting ketika berada diluar. Ketika berada di aula balai desa, di rumah-rumah penduduk, di masjid, dan dimana saja. Yang paling enak memang di kafe, sebab selain ada kopi, juga tersedia Wi-Fi.

“Rumit ya. Kenapa kalau bisa ke kafe, enggak sekalian pulang saja dan ngeblog di rumah?”

Hai Rudolfo, tahukah engkau betapa nyamannya rumah yang dihuni oleh anak dan istri yang ngangenin? Yang kalau engkau sudah bertemu mereka, rasanya panggilan atasan pun nyaris tak terdengar.

Eh, enggak sih. Meski itu ada benarnya, tapi saya tidak pulang sebab seringkali ada tuntutan untuk tetap tinggal di lokasi penugasan atau sekitarnya selama pekerjaan belum usai. Jadi ya daripada tidur-tiduran di masjid, ngobrol ngalor-ngidul di kafe, bukankah lebih baik drafting blog?

Buat kamu yang aktivitasnya mirip dengan saya, yakni banyak di lapangan, waktu kerjanya random banget, kondisi lokasinya juga sukar ditebak, tapi masih tetap pengin ngeblog dan terhubung secara digital dengan rekan-rekan yang lainnya, maka saya sarankan untuk memilih ASUS VivoBook 14 A416.

.

.

.

.

Saat membagikan bantuan sosial beras dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 dari Kementerian Sosial RI.

Adaptasi di Zona Belajar

ASUS VivoBook 14 A416 merupakan laptop dari lini VivoBook yang dikenalkan ASUS pada akhir tahun 2020 kemarin. Menurut ASUS Regional Director Southeast Asia, Jimmy Lin, laptop ini dibuat dengan spesifikasi terbaik di kelasnya dan ditujukan untuk semua kalangan. Laptop ini dihadirkan dengan fitur-fifur terkini yang menurut saya cocok untuk menemanimu menuju zona bertumbuh.

Buat yang terjerembab lebih dulu di zona ketakutan, rasanya agak susah untuk mendapat ‘hidayah’ langsung ke zona bertumbuh. Seringnya kamu akan bersusah payah dahulu di zona belajar. Belajar untuk melakukan adaptasi terhadap keadaan. Nah, mari kita ngobrol soal laptop ini.

ASUS VivoBook 14 A416

ASUS VivoBook 14 A416 bisa membawa kita tetap produktif dengan beragam ‘masalah’ yang dibawa oleh pandemi. Misalnya soal performa kece yang membuat kamu bisa melakukan beragam multitasking tanpa harus khawatir lag.

Laptop ini terdiri dari tujuh varian. Kamu bisa memilih varian mana yang paling kamu butuhkan yang sesuai dengan kondisi keuangan kamu. Ingat ya, jangan dipaksakan. Kalau kamu mampunya membeli ASUS VivoBook 14 A416 seharga Rp4,8 juta, ya tak ada masalah. Bahkan di harga segitu, kamu masih bisa memperoleh prosesor Intel Celeron N4020, Intel UHD Graphics, RAM 4GB dan penyimpanan 1TB HDD.

Apakah kamu bisa produktif ngeblog dengan laptop yang memiliki spesifikasi tersebut? Oh, tentu saja. Sebab dalam beberapa catatan yang saya peroleh, salah satunya dari situs Versus, prosesor ini diatas kertas hanya sedikit saja kalah dari Intel Core i3 7020U. Sehingga buat melibas tasking browser yang membuka laman Wordress maupun Blogger, seharusnya tidak ada masalah.

produktif dengan asus

Prosesor dengan ditopang oleh spesifikasi diatas tentu saja tidak ada masalah sama sekali untuk menemani kamu mengikuti webinar maupun rapat online. Jika hanya membuka Zoom, Google Meet, Cisco WebEx, maupun Skype, tentu tak perlu khawatir bakal tidak optimal.

Kalau kamu punya budget yang lebih, tentu saya sarankan untuk mengambil varian yang lebih tinggi dimana prosesornya memakai 10th Gen Intel Core. Harga varian tertingginya mencapai Rp10,8 juta dengan spesifikasi Intel Core i5, grafis GeForce MX330, RAM 4GB, memori 1TB HDD dan 256GB PCIe SSD.

Dalam soal desain, saya selalu mengagumi karakteristik ASUS dalam membuat laptop. Pada VivoBook 14 A416 ini karakteristik yang sama juga ditemukan. Desainnya simpel, ergonomis, fungsional, dan tentu saja cocok dipakai untuk semua kalangan.

Orang-orang tidak berkerut dahinya ketika melihat desain laptop ini. Ya biasa saja seperti melihat laptop pada umumnya. Namun kamu yang menggunakannya sendiri yang bisa merasakan betapa laptop ini sungguh ergonomis dan fungsional.

Kita mulai saja dari layar dimana ada panel LED backlit yang memiliki lebar 14 inci. LED backlit ini juga ada tiga varian, yakni FHD (1920×1080) IPS Anti-Glare, FHD (1920×1080) Anti-Glare, dan HD (1366×768) Anti-Glare. Rasio terhadap frame-nya mencapai 82% sehingga daya pandang tetap luas tapi bentuk laptop tidak menjadi lebih besar.

Engsel layar tersebut juga bisa dibuka hingga 178° yang membuat pandangan lebih jelas jika diperlukan. Dan berbicara soal pandangan yang jelas, kamu juga bakal terbantu sekali ketika bekerja di tempat yang minim cahaya dengan keberadaan keyboard backlit.

keyboard backlit

Kehilangan number pad di keyboard laptop? Tenang saja sebab ASUS NumberPad hadir di touchpad dengan pendar backlit yang lagi-lagi membantumu bekerja di tempat yang sedikit cahayanya. Touchpad ini juga dilengkapi dengan fingerprint sensor yang terhubung dengan Windows Hello untuk membuka perangkat.

 

Lalu apa keistimewaan yang bisa ditawarkan dari laptop yang dibanderol dari harga Rp4,8 juta hingga Rp10,8 juta ini? Selain pilihan varian yang beragam, sehingga bisa disesuaikan dengan kantong kamu, adanya beberapa fitur pendukung yang hadir pada semua varian itu membuat laptop ini istimewa.

Salah satunya ada fitur E-A-R HDD protection yang merupakan sebuah alat peredam yang terpasang di harddisk. Fitur ini berguna buat meredam getaran. Sehingga kamu bebas melakukan mobilitas sambil membawa laptop ini tanpa khawatir hardisknya bermasalah akibat getaran.

ear hdd

Adanya beberapa lempengan metal pada bagian bawah keyboard dan sisi kanan-kiri layar membuat laptop ini lebih kokoh dari yang kamu perkirakan. Metal dibawah keyboard membuatnya tahan terhadap jari-jarimu ketika mengetik. Dan metal di layar menjadikannya kuat ketika harus sering dibuka dan ditutup.

Fitur selanjutnya ada My ASUS. Sebuah fitur yang menjadi ‘rumah’ bagi berbagai kebutuhan perangkat lunak laptop, seperti update, optimasi performa, pemeliharaan, hingga menghubungi kontak servis atau layanan purna jual. Aplikasi ini juga bisa mengintegrasikan laptop ASUS kamu dengan ponsel.

Lantas bagaimana laptop ini mendukung kebutuhan kita soal rapat Zoom, webinar, maupun mengikuti kelas secara online? Hmmm, bukannya sudah dibahas diatas ya tentang performa itu. Oh, baiklah mungkin maksud kamu sound system dan webcam yang dimiliki laptop ini.

Untuk merekam wajah kamu ketika melakukan rapat online, ASUS menyediakan VGAWebcam. Sementara audionya diserahkan kepada ASUS SonicMaster yang digabungkan bersama teknologi dari ICEpower®. Sebetulnya fitur bawaan ini cukup kalau kebutuhannya untuk rapat online saja. Cuma kalau kamu mau lebih, ya tinggal manfaatkan saja konektivitas yang disediakan.

Kamu bisa memanfaatkan Bluetooth 4.1 dan WiFi 5 untuk pengalaman wireless yang mengagumkan. Sementara dukungan koneksi wired juga cukup komplit, yakni HDMI 1.4, 3.5mm Combo Audio Jack, USB 3.2 Gen 1 Type-A, USB 3.2 Gen 1 Type-C, dan USB 2.0 Type-A.

Buat yang sangat peduli terhadap orisinalitas perangkat lunak, ASUS menyertakan Microsoft Windows 10 asli dan Microsoft Office Home & Student 2019 yang juga asli. Coba kalau kedua perangkat lunak ini kamu beli sendiri, sudah berapa harganya? 

 

Spesifikasi Lengkap ASUS VivoBook 14 A416

Spesifikasi Lengkap VivoBook 14 (A416)
CPU

Intel® Core™ i5-1035G1 Processor 1.0 GHz (6M Cache, up to 3.6 GHz)

Intel® Core™ i3-1005G1 Processor 1.2 GHz (4M Cache, up to 3.4 GHz)

Intel® Celeron N4020 Processor 1.1GHz (4M Cache, up to 2.8GHz)

Sistem Operasi Windows 10
RAM 4GB DDR4 RAM
Penyimpanan

1TB 5400 rpm SATA HDD

256GB PCIe® Gen3 x2 SSD

512GB PCIe® Gen3 x2 SSD

1TB HDD + 256GB SSD

Layar

14.0″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) IPS Anti-Glare

14.0″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) Anti-Glare

14.0″ (16:9) LED backlit HD (1366×768) Anti-Glare

Grafis

NVIDIA GeForce MX350 (optional)

Intel UHD Graphics

Input/Output 1x HDMI 1.4, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C, 2x USB 2.0 Type-A, Micro SD card reader
Kamera VGA Web Camera
Konektivitas Wi-Fi 5 (802.11ac), Bluetooth 4.1
Audio SonicMaster, Audio by ICEpower®, Built-in speaker, Built-in microphone
Baterai 37WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion
Dimensi 32.54 x 21.60 x 1.99 ~ 1.99 cm
Berat 1,6 Kg
Warna Transparent Silver, Slate Grey
Harga

Rp4.799.000 (Celeron N4020 / Intel UHD Graphics / 4GB / 1TB HDD)

Rp4.899.000 (Celeron N4020 / Intel UHD Graphics / 256GB PCIe SSD)

Rp6.699.000 (Core i3 / Intel UHD Graphics / 4GB / 1TB HDD)

Rp7.099.000 (Core i3 / Intel UHD Graphics / 4GB / 512GB PCIe SSD)

Rp7.499.000 (Core i3 / GeForce MX330 / 4GB / 256GB PCIe SSD)

Rp10.099.000 (Core i5 / GeForce MX330 / 4GB / 512GB PCIe SSD)

Rp10.799.000 (Core i5 / GeForce MX330 / 4GB / 1TB HDD + 256GB PCIe SSD)

Garansi 2 tahun garansi global

Menuju Zona Bertumbuh

Performa, desain, dan fitur ASUS VivoBook 14 A416 diatas buat saya sih cukup untuk tetap produktif ngeblog. Dengan laptop ini kita jadi lincah dalam menyiasati sela waktu di antara riuhnya informasi soal Covid-19. Produktivitas menulis, kata Pennebaker lagi, bisa menyelamatkan kita dari hal-hal yang menggelisahkan.

Begitulah yang saya alami. Sejak pandemi dimulai pada Maret lalu, dan saya kembali produktif ngeblog, blog yang pertama jadi banyak ‘teman’, termasuk blog belajarkeren.com ini. Semakin banyak blog, penghasilan juga bisa berasal dari lebih banyak jalan.

Sebelum pandemi, rasanya mendapatkan $100 perbulan di Adsense saja rasanya berat sekali. Sekarang berkat produktivitas yang meningkat itu akhirnya bisa withdrawal setiap bulan. Belum ditambah konten bersponsor yang datang lewat WhatsApp, email, maupun dari situs freelancer.

Selain itu ada beberapa pekerjaan membuat blog yang baru kali ini saya dapatkan. Ya, yang pertama selalu saya ingat. Yakni seorang guru yang mengajar di SMA almamater saya. Ia sangat produktif menulis. Mungkin karena guru Bahasa Indonesia.

Ketika saya jelaskan biayanya secara transparan, ia kaget kenapa bisa murah. Ternyata sebelumnya, ia ditipu hingga Rp50 juta hanya untuk sebuah situs jual-beli sederhana. Meski sedih, tapi saya juga senang akhirnya bisa membantunya mengikuti lomba blog itu.

Beberapa waktu setelahnya, pesanan membuat situs juga datang dari lembaga filantropi yang cabangnya di Indramayu dikelola oleh seorang teman. Ya, ini juga merupakan misi sosial. Saya pun menjelaskan biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Ia pun menyanggupinya.

Ternyata rezeki memang tak akan kemana. Teman di lembaga filantropi tadi membawa klien yang sedang membangun situs berita lokal. Ia mempercayakan penggarapannya kepada saya. Saat ini situs tersebut sudah berusia empat bulan. Dan hingga hari ini, katanya tak ada keluhan.

Sampai sini saya hanya ingin mengucapkan Alhamdulillah.

  • Zona Ketakutan 5% 5%
  • Zona Belajar 25% 25%
  • Zona Bertumbuh 70% 70%

Meski pandemi belum usai, saya memberanikan diri untuk bergerak lagi. Untuk produktif lagi. Dan akhir tahun kemarin, saya diminta untuk memberikan penjelasan mengenai digital media, jurnalistik, dan monetisasi di industri digital kepada teman-teman media lokal.

Penutup

Rasanya saya masih berada pada zona belajar atau zona adaptasi. Belum banyak yang bisa saya kerjakan untuk kemanfaatan banyak orang. Adapun ketika ratusan orang terbantu dengan penyaluran bantuan sosial, itu memang karena tuntutan pekerjaan.

Yang saya rasakan saat ini hanyalah senyum keluarga yang merasa senang ketika kepala keluarganya tak lagi murung ketika pandemi menyapa. Bahkan hasil duduk di depan komputer yang kadang memakan waktu seharian ternyata membuahkan hasil. Dan senyum mereka adalah zona bertumbuhku.

21 thoughts on “Mari Bertumbuh di Tengah Pandemi Bersama ASUS VivoBook 14 A416”

  1. Bersyukur sudah mampu melewati zona ketakutan dan zona belajar. Kini waktunya berusaha survive di dunia bertumbuh.
    Untung ada Asus Vivobook 14 A416 yang menemani kita saat berada di zona bertumbuh ya

    Reply
  2. Tiga zona: ketakutan, belajar, dan bertumbuh yang disebut Kang Emil itu rumus survival kita hidup di dunia ini bang. Hehehe. Wajar banget kita punya rasa takut, sebab kita manusia.

    Takut kita zaman sekarang beda sama takut nenek moyang kita zaman dulu. Sekarang kita kalo takut ya banyak temannya, salah satunya gadget buat hiburan. Hihihi. Pandemi begini saya pribadi bersyukur bisa tetap ngeblog produktif, apalagi kalo kita punya laptop kayak ASUS, makin produktif deh.

    Reply
  3. Tetap semangat di tengah pandemi untuk tumbuh bersama. Asus memanglah jenama yang konsisten menelurkan produk-produk berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang ekosistem masyarakat.

    Reply
  4. Masa pandemi jadi masa terbaik untuk belajar dan bertumbuh ya, Bang. Ah, saya jadi malu karena disebutkan di dalam tulisan, padahal saya yang belajar lebih banyak dari Bang Doel. Btw, ASUS VivoBook 14 A416 ini memang menawan banget, harganya terjangkau, performanya juga bagus.

    Reply
  5. Masa pandemi memang masa-masa yang bikin kita mau enggak mau harus belajar dan bertumbuh dengan cara yang baru. Ngomong-ngomong ASUSnya keren. Kalau tengok laptop sendiri jadi minder, hehe.

    Reply
  6. Saya masih banyak belajar dari banyak dari orang-orang sekitar termasuk dari si @Doel yang menurutku banyak ilmu dalam dirinya.

    Reply
  7. wah menarik banget nih laptop dan kisahnya kak. selama pandemi inii saya juga pernah di zona ketakutan. blog juga nggak aktif, laptop asus ini cukup menunjang banget sih, saya juga baru upgrade laptop ke asus beberapa bulan lalu.

    Reply
  8. Waah, keren tulisan Bang Doel. Master emanglah. Hehe… selalu bertumbuh dalam kondisi apapun ya Bang. Melihat fitur-fitur ASUS VivoBook 14 A416, emang sangat mumpuni untuk kerja2 kita ya bang

    Reply
  9. Betul banget bang, di tahun 2021 ini kita harus lebih produktif lagi nih, apalagi sudah ada vaksin semoga pandeminya mereda yaa tahun ini. Walau masih mayoritas kegiatan dirumah tetap produktif dong kalo pake laptop kece kaya asus vivobook ini mah

    Reply
  10. ASUS VivoBook ini emang laptop kekinian yang lagi trend sehingga digunakan semua kalangan mulai dari anak sekolah hingga pekerja kantoran dan kreatif. Spesifikasinya juga mumpuni ya kak untuk kegiatan dirumah seperti wfh dan belajar online .semoga saya juga bisa memiliki ASUS VivoBook ini juga ..

    Reply
  11. Kebutuhan akan penggunaan laptop memang saat pandemi ini meningkat. Kalau blogger harus drafting. Kalau emak di rumah harus merelakan laptopnya dipakai oleh anak yang sfh. Lebih ribetnya kalau ternyata emak juga orang kantoran yang kudu wfh. Jadi mesti menyediakan tambahan laptop yang spesifikasinya bisa memenuhi kebutuhan sfh anak dengan harga ramah di kantong seperti Asus Vivobook ini.

    Reply
  12. Makin keren aja nih tulisan pak guru. udah mastah ini. Ditambah pakai Asus, tambah kece nih…. sukses pak. saya juga kepengen pakai laptop asus. hehe

    Reply
  13. Bang Doeellll, ampurasun. saya keliru nyebut dirimu pak guru. salah orang. maapken. maklum ya masih dalam zona bertumbuh. jadi belajar dari trial and error. sama zona belajar juga ding. semoga bisa ngerasain punya laptop asus. Aamiin

    Reply

Leave a Comment