Pengertian dan Contoh Simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia

Polemik tentang simbol negara kerap terjadi dalam berbagai kesempatan. Banyak yang beranggapan bahwa jabatan-jabatan tinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah simbol negara. Apakah itu benar?

Pengertian Simbol Negara

Simbol kenegaraan adalah simbol identitas wujud eksistensi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Simbol kenegaraan adalah hal yang memang menjadi identitas dasar dan tidak dapat digantikan.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka simbol negara terdiri atas entitas yang tidak dapat digantikan dan berlaku sepanjang negara itu ada. Sehingga jabatan tertentu seperti presiden dan wakil presiden tidak masuk kedalam simbol negara.

Orang yang menjabat sebagai presiden dan wakil presiden tidak bersifat permanen. Mereka bisa diganti siapa saja sesuai dengan regulasi yang ada. Sementara secara makna, presiden maupun wakil presiden adalah jabatan tertinggi dalam sistem kepemerintahan NKRI.

Contoh Simbol Negara

Simbol negara yang diakui di Indonesia ada empat, yakni:

  1. Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia yang disebut Sang Merah Putih.
  2. Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Bahasa Indonesia.
  3. Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
  4. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya.

Hal ini diatur juga dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Undang-undang ini juga mengatur secara detail penggunaan dan sanksi bagi yang melanggarnya atau menghinanya.

Penjelasan Contoh Simbol Negara

Sebagaimana penjelasan diatas, ada empat simbol negara yang telah diatur oleh UU No. 24 Tahun 2009. Berikut penjelasannya:

Sang Merah Putih

Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya
berukuran sama. Hal ini diatur dalam regulasi tersebut pada Bab II.

Penggunaan bendera negara ini diatur juga melalui aturan pemasangan dan pengibaran. Pada prosesi tertentu, misalnya peringatan hari kenegaraan, maka Sang Merah Putih harus dikibarkan. Pada kesempatan lain, misalnya untuk memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia, setiap rumah harus memasang dan mengibarkannya.

Bahasa Indonesia

Pada Bab II dijelaskan kalau bahasa negara adalah Bahasa Indonesia. Kedudukannya sebagaimana dalam sejarah Sumpah Pemuda 1928, Bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pemersatu. Sebab Indonesia juga memiliki aneka ragam bahasa daerah sebagai khasanah budaya bangsa.

Bahasa Indonesia wajib dipergunakan dalam pidato kenegaraan presiden, wakil presiden, maupun pejabat negara lain didalam maupun diluar negeri. Serta wajib digunakan sebagai bahasa pengantar dalam layanan administrasi di instansi pemerintahan. Jadi bukan memakai bahasa asing, ya.

Garuda Pancasila

Garuda Pancasila adalah lambang negara. Posisi lambang dan simbol ini kerap dipahami secara keliru. Sebab posisi Garuda Pancasila sebagai lambang adalah kedudukannya dipakai sebagai identitas formal dan terlihat.

Misalnya pada gedung, kantor, uang, materai, kop surat instansi kementerian, paspor, ijazah yang diterbitkan pemerintah, dan lain-lain. Sehingga dari lambang tersebut bisa diidentifikasi kalau objek tersebut merupakan milik pemerintah.

Tak hanya itu saja, dalam filosofi lambang negara ini juga tercantum beragam makna yang mendalam. Misalnya semboyan yang ada pada pita yang dicengkeram Sang Garuda yang berbunyi bhinneka tunggal ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Indonesia Raya

Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan yang merupakan simbol negara merupakan Indonesia Raya hasil gubahan Wage Rudolf Supratman. Lagu inilah yang wajib dilantunkan pada peringatan maupun acara resmi kenegaraan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Lagu ini juga bisa dipakai untuk mewujudkan pernyataan rasa kebangsaan, sehingga bisa kita lihat jika tim dari Indonesia memenangi kompetisi internasional, baik olahraga maupun sains, maka lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan.

Penutup

Jadi yang merupakan simbol negara NKRI adalah empat hal tersebut diatas, yakni Bendera Sang Merah Putih, Bahasa Indonesia, Garuda Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, serta lagu Indonesia Raya.

Siapapun atau apapun memang bisa disimbolkan secara filosofis sebagai identitas negara Indonesia, misalnya Tim Sepakbola Indonesia, Candi Borobudur, Danau Toba, dan lainnya. Namun yang diakui secara resmi dalam aturan kenegaraan adalah empat hal tersebut.

Simbol negara itu bisa berubah kalau terjadi revisi atas UU No 24 Tahun 2009. Selama tidak ada revisi yang siginfikan pada pasal-pasalnya, maka empat hal itulah yang wajib dipedomani sebagai simbol negara.

Leave a Comment