Teks Narasi: Pengertian, Struktur dan Contohnya

Belajarkeren.com – Hallo, sobat Belajarkeren, kali ini kita akan berkenalan dengan salah satu materi dalam ruang lingkup pelajaran Bahasa Indonesia, yakni teks narasi.

Sebagaimana fungsinya, teks narasi dipakai dalam tulisan-tulisan fiksi. Tulisan ini sering ditemui dalam buku dongeng, cerpen, novel, maupun roman.

Pengertian Teks Narasi

Teks narasi merupakan sebuah tulisan yang berisi cerita-cerita atau pengalaman penulis sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri cerita atau pengalaman tersebut.

Teks narasi kerap disebut juga teks naratif. Sifat teks ini memang bertutur, sebab teks ini seperti disinggung diatas, selalu dipakai dalam tulisan cerita fiksi.

Ciri yang paling jelas dari teks narasi adalah selalu memakai keterangan waktu masa lalu. Pasalnya ia selalu menceritakan hal-hal yang terjadi di masa lampau.

Struktur Teks Narasi

Teks narasi memiliki empat struktur yang membentuknya. Empat struktur ini selalu terkait satu sama lain dan membentuk jalinan cerita yang membuat teks narasi enak dibaca.

Inilah empat struktur dalam teks narasi:

  1. Orientasi: Pengenalan tokoh, waktu dan tempat.
  2. Komplikasi: Pengembangan konflik (masalah).
  3. Resolusi: Penyelesaian konflik (masalah).
  4. Reorientasi: Bagian opsional yang berisi tentang perubahan yang terjadi pada tokoh atau pelajaran yang dapat dipetik dari suatu cerita.

Contoh Teks Narasi

Berikut ini merupakan contoh teks narasi:

Satu hari di Kerajaan Amerta lahirlah seorang putri cantik yang bernama Putri Ayunda. Dia berwajah sangat cantik dan lucu. Putri Ayunda lahir dari pasangan Raja Aldebaran dan Ratu Andin. Seluruh orang amat bahagia waktu kelahiran putri yang sudah dinanti-nantikan tersebut.

Bertepatan dengan hari kelahiran Putri Ayunda, di depan pintu gerbang istana ada seorang bayi kecil yang tergeletak tidak berdaya. Selanjutnya dikarenakan pihak istana tidak tega untuk menyingkirkannya, bayi tersebut lantas diasuh oleh pihak istana serta dinamakan Putri Elsa.

Dua tahun sudah berlalu, Putri Ayunda serta Putri Elsa sudah beralih jadi putri-putri yang lucu. Mereka sudah jadi layaknya saudara kandung sendiri. Raja serta ratu lalu suka lihat keakraban mereka, walau mereka belum memberitahukan bahwa Putri Elsa bukanlah anak kandung mereka.

Waktu menginjak umur 12 tahun, Putri Ayunda tampak lebih cantik dari pada Putri Elsa. Serta juga Putri Ayunda lebih serupa Ratu Andin. Putri Elsa yang saat itu mengerti bahwa Putri Ayunda lebih cantik darinya serta lebih serupa pada sang ratu, memiliki kemauan tidak baik pada Putri Ayunda.

Satu hari Putri Elsa yang sudah beniat jahat pada Putri Ayunda mencoba untuk membuat wajah Putri Ayunda jadi jelek rupa dengan menyiramkan air panas. Tetapi sebelum ia bisa melakukannyaa, kemauan jahatnya sudah diketahui oleh Ratu Andin.

Sang ratu menceritakan kenapa Putri Elsa tidak serupa dengan dirinya. Putri Elsa selanjutnya mengerti, serta kembali jadi baik pada Putri Ayunda. Serta saat ini mereka jadi putri-putri yang sangat dikagumi di negeri tersebut.

Leave a Comment